Jumat, 01 Juli 2011


ENGLISH SUMMARY
Name                         : Risanda Alirastra Budiantoro
Class                          : XI IS 3  / 24
Tittle                           : The stranger
Author                        : Norman Whitney
Level                          : Elementery
Publisher                    : Dian Rakyat
Year of publish           : 2003
Number of pages       : 63 pages
Main character          :
·                     Dave Slatin               : The owner of The Corner Shop
·                    Anna                         : The Assistant Dave Slatin
·                    Greta Gordon           : An Artist
·                     Mike Bailey              : Special Order of The Corner Shop
·                     Arthur Riseman         : The Owner of I.C.S
Setting                      : On The Corner Shop of Dave Slatin In Woodend, The Small Village
Plot                         

One day in Wooodend, A Stranger arived in this village. he want to bought a house so he was looking around this village. The one of the villagers told about Mr Smith’s house. His house was empty, because Mr Smith was died in summer. A few later, A stanger was bought this house. He fixed some part of the house. In front of this house, there was a big sign “ THE CORNER SHOP Proprietor : Dave Slatin “.  The villagers interested about it. The Corner Shop sold pots, dolls, flower, bread and cakes. This shop was oppened on Monday, 4 th january 1965. Dave Slatin had a new assistant was Anna. Dave Slatin promised the things at the shop were good and cheap. There was a room always locked. In the door had a notice “ SPECIAL ORDERS ONLY, KEEP OUT”. It’s for special order .   
 The shop was very busy, espesially in the summer many tourist came to this shop. Three month was normaly. One day the unusual customer came to this shop. There was miss Greta Gordon. She looking for Mr slatin. Anna ran to the Mr Dave’s room. Mr Dave and Miss Greta into The Special Order. A few minutes, miss Greta came out from this room. She was look terrible, she was crying. She doesn’t the villagers knew, if she came to this shop,  and gived anna a photograph.  The shop was doing well. But anna was not happy, because Anna loved peter and she was going to marry with him. But anna love Mr Dave too, the owner of this shop. Anna was living two lives, Dave or Peter. Dave and Peter had many diffrent. One day, peter invited Anna to watched big match footbal in Mr Hart. The day before the match, the young man came to the shop, at the shop was going to close. He want met Mr Dave. Anna ran to the Mr Dave’s room, and a few minutes Mr Dave came out and met the young man. They into The Special Order Room. 30 minutes later, he came out this room, the condition same with Mrs Greta Gordon. He was walking quickly to his car and drove of. The football match was begin, Anna and Peter came to Mr Hard’s house. The match was very exciting, the both of team play well.  The scored was 2-2, the macth just five minutes left, mike bailey made a goal. After the match, mike bailey was interviewed, but he could not speak, he tried to speak, but he couldn’t, He was terrible. Mike bailey and anna had met before this match at the Corner Shop. 
    Anna didn’t understand about the Special Order Room. When the shop nothing a customers she asked Mr Dave, but he didn’t speak any more.  In autmn,  Arthur Riseman Came to the shop, he want met a Mr Dave. She looked at the man’s case, there was a latter A.R.I.C.S. Anna wrote down the latter. She understand A.R, it was “Arthur Riseman”. But she didn’t know I.C.S. They went to The Special Order Room. a few minutes, he got out from this room and leave the shop. Anna look for, what is the meaning about I.C.S ?, she searched in the newspaper, radio, TV, magazines, but anna heart nothing.  Anna’s idea she went to london, and looking for  the I.C.S meaning. She took a latter at the shop. Anna went by train. After that, anna saw the latter I.C.S at the rail station. “International Computer Service”, that was Mr Riseman’s company. She call this company, but  he had some meeting with his customer. She looked the newspaper, there was the information if the plane of I.C.S was crash. She got home at ten o’clock, she turn on the radio, she want to know what  happened about I.C.S accident. The old Chairman was died, so Mr Riseman was the new Chairman.
She was thingking about Mr dave and the special customer. On sturday, she came to the shop, Mr dave was angry with her. Because, she had not worked at Friday. Mr dave left the shop.  She walked to the Special Order Room, and turned the handle. That room was not locked, Mr dave forgot to locked it. She went into the room. It was small room, and not a very strong light. She look around this room. Anna found some things, there were lots of moneys, dirty clothes some doll with broken arm, some pictures of football and aero plane. Anna looked confused. Why Mr dave always locked this room. Suddenly, there was noisy behind her. Someone was standing at the door. It was Mr Dave. He told all the special customer. From Miss Greta, Mike Bailey and Mr Riseman. All the things at this room has reletion with the three customers. Anna tried to move away. Anna was terrified. She kicked dave slatin very hard and move quickly, she ran out to he shop.  When Anna got home, she felt terrible and went to bed. At seven o’clock, there a fire a the corne shop. Dave was standing at the window. He didn’t move. Dave slatin was died.
Moral                                     : Don’t judge the book from the cover.
Opinion                      : I think this book ver well. This book can make someone to know what the meaning of the life. How to patio  




Kamis, 30 Juni 2011

Asal – Usul Suku Tengger


Asal – Usul Suku Tengger
( Cerita Rakyat dari Probolinggo )
Oleh : Risanda Alirastra B
XI – IS 3 / 09 5776


  Suku tengger ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang memeliki alam yang begitu mempesona. Orang-orang suku tengger sangat taat dengan aturan dan agama hindu. Mereka yakin bahwa mereka adalah keturunan dari Majapahit. Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng (putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (putera Brahmana) yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger".
 
Pada masa kini masyarakat Tengger umumnya hidup sebagai petani di ladang. Prinsip mereka adalah tidak mau menjual tanah (ladang) mereka pada orang lain. Macam hasil pertaniannya adalah kentang, kubis, wortel, tembakau, dan jagung. Jagung adalah makanan pokok suku Tengger. Selain bertani, ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan
          
          Suku tengger terkenal dengan kekayaan tradisi dan ritual upacara keagamaannya. Agama mayoritas warganya memang Hindu. Namun seiring perkembangan zaman, agama di sana juga semakin beragam dengan masuknya Islam dan Kristen. Dengan sejarah pertemuan agama-agama di sana, serta tingginya gelombang pengaruh dari luar Tengger melalui pariwisata serta teknologi informasi dan komunikasi, Suku Tengger tidak kehilangan identitasnya. Suku ini tetap menjunjung tinggi toleransi dan menganggap perbedaan itu suatu keniscayaan.

Masyarakat suku tengger ini di pimpin oleh seorang kepala Desa (petinggi), yang sekaligus menjabat sebagai kepala adat. Di suku Tengger juga dikenal dukun adat yang diposisikan sebagai pemimpin ritual/upacara adat. Pemilihan kepala suku ini langsung dipilih oleh masyarakat sedangakan dukun adat dilakukan secara bertahap yang menyangkut diri pribadi calon dukun, yang akhirnya akan diuji melalui ujian Mulunen (Ujian pengucapan mantra yang tidak boleh putus ataupun lupa) yang dilaksanakan pada saat upacara kasada bertempat di Poten Gunung Bromo.   

Sejak zaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci, karena mereka dianggap abdi-abdi Kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka masih menganut agama Hindu, setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo. Dan setelah itu dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama di bulan Kasodo menurut penanggalan jawa.Upacara Kasada dilaksanakan di Pura Luhur Poten Gunung bromo, tidak seperti masyarakat hindu pd umunya yang memiliki candi, candi tersebut di gunakan untuk tempat beribadah. Namun Poten disin adalah sebidang tanah dilahan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara kasada.

Upacara Kasada
Asal-usul upacara Kasada terjadi beberapa tahun yang lalu , Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari kerajaan Majapahit, permaisuri dikaruniai anak perempuan yang bernama Roro Anteng. Setelah beranjak dewasa sang Putri jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari Kasta Brahmana yang bernama Joko Seger. Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan dan semakin berkibarnya perkembangan Islam di Pulau Jawa. Beberapa orang kepercayaan kerajaan dan sebagian keluarganya memutuskan pergi kewilayah timur. Dan sebagian besar ke kawasan pegunungan tengger, termasuk Roro Anteng dan Joko Seger. Setelah mereka menjadi penguasa diwilayah ini, mereka sangat sedih karena belum dikaruniai seorang anak. Berbagai macam cara mereka coba, sampai pada akhirnya mereka kepuncak Gunung Bromo untuk bersemedi. Akhirnya permintaan mereka dikabulkan dengan munculnya suara gaib, dengan syarat anak bungsu mereka setelah lahir harus dikorbankan kekawah gunung bromo. Setelah mereka dikaruniai 25 orang anak, tiba saatnya mereka harus mengorbankan si bungsu. Tetapi mereka tidak tega melakukannya, karena hati nurani orang tua yang tidak tega membunuh anaknya. Akhirnya sang dewa marah dan menjilat anak bungsu tersebut masuk kekawah gunung, timbul suara dari si bungsu agar orang tua mereka hidup tenang beserta saudara-saudaranya. Dan tiap tahun untuk melakukan sesaji yang dibuang ke gunung bromo. Sampai sekarang adat istiadat ini dilakukan secara turun menurun.selain itu

Selain itu Upacara Kasada juga dilakukan untuk mengangkat seorang dukun adat di setiap desa. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada dimulai mereka mengerjakan sesaji-sesaji yang nantinya akan dilempar ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 Bulan Kasada masyarakat tengger berbondong-bondong dengan membawa ongkrek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu, merka membawanya ke Pura dan smbil menunggu dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali mengahafalkan mantra, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten lautan pasir Gunung Bromo.    
Menuju ke kawah Gunung Bromo
 
Setelah upacara adat selesai, ongkek-ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki bromo keatas kawah, dan mereka lemparkan ke dalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka.Penduduk yang melemparkan sesaji berbagai macam hasil pertanian, perkebunan dan peternakan mereka anggap sebagai Kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan yang telah memberikan mereka hasil yang melimpah ruah 


Nilai Moral : 

Di dalam suku tengger ini kita bisa mengambil sebuah hikmah, suatu kepercayaan yang kita anggap baik maka perlu kita lestarikan secara turun-temurun namun jika kita anggap tidak baik maka jangan dilanjutkan menjadi sebuah kebiasaan .